SUPERVISI
AKADEMIK
(Kegiatan
dalam On The Job Learning)
Oleh:
Nama :
Sapren, S.Pd.SD
No Peserta : 07
Instansi : SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar
: Margo Kabupaten Tulang Bawang
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN
PROVINSI LAMPUNG
2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT, karena atas rahmatNya jualahsehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan pelaksanaan supervise akademik terhadap guru yunior sebagai salah satu
tugas pada kegiatan On job The Learning
(OJL) diklat calon Pengawas Sekolah yang dilaksanakan di SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan
Banjar Margo kabupaten Tulang Bawang.
Salah
satu tugas pengawas sekolah yang merupakan fungsi mendasar dalam kegiatan supervisi
adalah melakukan supervise akademik terhadap guru pada sekolah binaan. Sebagai peserta diklat calon pengawas sekolah
dalam OJL, penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas
supervise akademik terhadap guru dan menyusun laporan pelaksanaannya meskipun
dalam bentuk yang sangat sederhana.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Riyadi,
S.Pd.SD dan Wahyuni, S.Pd, selaku guru Kelas yang telah bersedia menjadi guru
yang diobservasi dalam pelaksanaan supervise akademik ini.
Penulis
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, itu semata-mata karena
keterbatasan penulis.
Banjar
Margo,. . . Mei 2018
Penulis
Sapren, S.Pd.SD
Nip.19710609200032004
DAFTAR
ISI
JUDUL ………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR ………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………… iii
DAFTAR TABEL ………………………………………………… iv
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………… v
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………… vi
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ………………………………………… 1
B. Fokus
masalah ………………………………………………… 2
C. Tujuan
dan Sasaran Supervisi ……………………………….... 2
D. Waktu
dan Tempat Pelaksanaan ………………………… 2
BAB II. KERANGKA BERPIKIR
DAN PEMECAHAN MASALAH
A. Kerangka
Berfikir ………………………………………… 3
B. Pemecahan
Masalah ………………………………………… 4
BAB III. PENDEKATAN DAN
TEKNIK SUPERVISI
A. Pendekatan ………………………………………………… 5
B. Teknik ………………………………………………………… 6
BAB IV. HASIL SUPERVISI
DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi
Kondisi Awal ………………………………… 6
B. Deskripsi
Hasil Supervisi ………………………………… 16
C. Deskripsi
Pembahasan Hasil ………………………………… 17
BAB V. PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………………………………… 21
B. Saran ………………………………………………………… 21
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………… 22
LAMPIRAN-LAMPIRAN ………………………………………… 24
DAFTAR
TABEL
1. Tabel
1. Hasil supervise Akademik …………………………… 16
2. Tabel
2. Interval Kategori Kemampuan Guru …………… 20
DAFTAR
GAMBAR
1. Gambar
1. Siklus Kegiatan supervise Sekolah ………… 3
2. Gambar
2. Kegiatan Pra Observasi Guru kelas 6 ………… 18
3. Gambar
3. Kegiatam saat Observasi guru Kelas 6 ………… 18
4. Gambar
4. Kegiatan Pra Observasi Guru kelas 5 …………. 18
5. Gambar
5. Kegiatan saat Observasi guru Kelas 5 ………….. 19
DAFTAR
LAMPIRAN
1.
Lampiran 1.
Instrumen Supervisi administrasi Pembelajaran 26
2.
Lampiran 2.
Intrumen Supervisi Administrasi Pembelajaran ( berdasarkan standar proses) ………………………………………… 27
3.
LAmpiran 3.
Hasil Observasi Awal PBM Guru 1 …………. 28
4.
Lampiran 4.
Hasil Observasi Akhir PBM Guru 1 …………. 31
5. Lampiran 5. Hasil Observasi Awal PBM Guru 2
6. Lampiran 6. Hasil Observasi akhir PBM Guru 2
7.
Lampiran 7.
Instrumen Penilaian Kemampuan Guru
8.
Lampiran 8.
Rencana Supervisi akademik (RKA)
9.
Lampiran 9.
Daftar Hadir Pelaksanaan bimbingan
10. Lampiran 10. Pemetaan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar
11. Lampiran 11. Silabus Pembelajaran
12. Lampiran 12.
Silabus Pembelajaran
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Salah satu kompetensi
pengawas sekolah berdasarkan permendiknas No. 12 Tahun 2007 adalah
melakukan supervisi akademik terhadap para pendidik yang berada di sekolah binaannya. Sasaran utama supervise
akademik adalah menilai dan membina
guru dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan
agar berdampak terhadap peningkatan kualitas siswa.
Supervisi akademik merupakan
serangkaian kegiatan membantu pendidik mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Supervisi akademik bukan penilaian unjuk kerja
pendidik melainkan membantu pendidik mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Supervisi akademik kaitannya dengan tugas pengawas
sekolah adalah berkenaan dengan
aspek pelaksanaan tugas pembinaan, pemantauan dan penilaian kinerja guru dalam
perencanaan, pelaksanaan, penilaian hasil pembelajaran dan pembimbingan serta
pelatihan peserta didik.
Kegiatan supervisi akademik pada
tugas OJL penulis fokuskan pada
pembinaan guru sesuai kondisi sebenarnya di sekolah yaitu SDN 01 Mekar Jaya
Kecamatan Banjar Margo. Kenyataan di SDN
01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo,
masih banyak guru yang memiliki perangkat pembelajaran sebagai hasil dari copy
paste atau member dari orang lain. Untuk itu maka perlu dilakukan supervise
akademik guna meningkatkan kemampuan guru dalam mempersiapkan pembelajaran dalam
hal ini silabus dan RPP sesuai
standar isi, standar komptensi dan kompetensi
dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP yang selanjutnya akan
meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
B.
Fokus Permasalahan
Sesuai
latar belakang di atas ,focus permasalahan pada supervisi ini adalah :
1. Apakah tenaga pendidik telah memiliki kemampuan dalam
menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai standar isi, standar komptensi dan kompetensi
dasar, dan prinsip-prinsip kurikulum KTSP?
2. Apakah proses pembelajaran yang dilakukan guru sudah
menggunakan pendekatan yang dapat
menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan?.
C.
Tujuan dan Sasaran Supervisi Akademik
Tujuan pelaksanaan supervise akademik terhadap guru
bagi peserta diklat calon pengawas sekolah adalah:
1.
Mengembangkan
kompetensi supervise akademik
2.
Melatih
kemampuan melaksanakan supervise akademik
3.
Melatih
kemampuan mengidentifikasi permasalah guru dalam kegiatan pembelajaran
Sasaran supervisi
adalah peningkatan kemampuan dua orang guru mata pelajaran IPA di SDN
01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo dalam menyusun silabus, RPP sesuai
standar isi, standar komptensi dan kompetensi dasar, dan
prinsip-prinsip pengembangan KTSP guna
meningkatkan pembelajaran di kelas.
D.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan Supervisi Akademik pada on the
job learning ini adalah dilaksanakan seminggu
sekali sejak sejak tanggal 30 April 2018 sampai dengan 31 Mei 2018 di SDN 01
Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo (jadwal terlampir)
II.
KERANGKA BERFIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH
A.
Kerangka berpikir
Siklus Kerangka berpikir supervisi
dan pemecahan masalah dalam pelaksanaan supervisi
akademik ini adalah sebagai berikut: .
1. Kegiatan supervisi diawali dengan penyusunan rencana supervisi
akademik (RKA) yang dilandasi oleh hasil pemeriksaan administrasi guru dan
wawancara di sekolah binaan. Dengan berpedoman pada RKA yang disusun,
dilaksanakan kegiatan inti supervisi meliputi
penilaian, pembinaan, dan pemantauan
proses pembelajaran di kelas.
2. Pada tahap berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis data hasil
penilaian, pembinaan, dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil
supervisi akademik.
3. Berdasarkan hasil analisis data,
disusun laporan hasil supervisi yang
menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan
kualitas proses dan hasil pemmbelajaran IPA di SDN 01 Mekar
Jaya Kecamatan Banjar Margo.
4. Dari
siklus proses supervisi inilah, laporan kegiatan supervisi merupakan tahapan yang sangat penting dan
strategis. Karena dari laporan hasil supervisi dapat menjadi pangkal kebijakan
dan langkah selanjutnya.
|
Program SUPERVISI
|
|
PENILAIAN
|
|
PEMBINAAN
|
|
LAPORAN
|
|
TINDAK LANJUT
|
|
EVALUASI
|
|
PEMANTAUAN
|
|
ANALISIS HASIL
SUPERVISI
|
|
SUPERVISI
SEKOLAH
|
Gambar
1. Siklus Kegiatan Supervisi Sekolah
B.
Pemecahan
masalah
Optimalisasi
pencapaian program supervisi akademik akan terwujud jika seluruh proses
kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan
pelaporannya dapat terlaksana secara intens, komprehensif, dan terjadwal secara
akurat.
Berdasarkan
hal tersebut maka perlu kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan
pengawas yang melakukan supervisi akademik.
Peran pengawas dalam membina, membimbing, dan memotivasi pendidik dan
tenaga kependidikan memiliki arti yang amat urgen. Pemberian bimbingan, pembinaan, dan dorongan
yang dilakukan secara intensif berkesinambungan merupakan solusi logis
pencapaian program dan acuan dalam upaya mewujudkan target secara maksimal.
III.
PENDEKATAN DAN TEKNIK
SUVERVISI
Untuk mendapatkan hasil yang
optimal, dan agar dalam pelaksanaan supervisi dapat lebih efektif, efisien, dan
tepat guna, maka perlu memilih pendekatan dan metode yang sesuai.
A.
Pendekatan
Pendekatan yang dilakukan pengawas dalam melaksanakan
tugas supervisinya adalah pendekatan yang
bersifat kooperatif dan kolaboratif, karena dalam supervisi sudah mengandung
makna pembinaan, penilaian dan juga
pemantauan sampai sejauh mana sasaran pembinaan sudah dilaksanakan.
1.
Kooperatif
: yaitu kegiatan yang dilakukan dalam suatu kelompok untuk kepentingan bersama
(mutual benefit)
2.
Kolaboratif
: yaitu kerja sama dalam pemecahan masalah dan atau penyelesaian tugas dimana
tiap anggota melaksanakan fungsinya yang saling mengisi dan melengkapi
B.
Teknik
Teknik
yang digunakan dalam melaksanakan supervisi akademik ini adalah : Teknik kelompok dengan kerja kelompok yang
meliputi sharing, observasi langsung, kunjungan kelas, bimbingan teknis,
monitoring dan evaluasi.
IV.
HASIL SUPERVISI DAN
PEMBAHASAN
A.
Deskripsi
Kondisi Awal
Supervisi
dilakukan di SDN Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang pada
bulan April dan Mei Tahun Pelajaran
2017/2018, objek (guru) yang disupervisi adalah 2 orang guru mata pelajaran
IPA. Dari hasil pemeriksaan administrasi guru guru-guru tersebut memiliki
perangkap lengkap namun karena hasil copy paste maka banyak RPP yang tidak
sinkron dengan silabus, dan dari hasil wawancara ternyata guru masih belum
mampu membuat silabus dan RPP secara mandiri untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.
Berdasarkan
kenyataan tersebut penulis telah mencoba meningkatkan kemampuan guru tersebut
dengan supervisi akademik untuk memperbaiki kekurangan mereka. .
B.
Pra-observasi (Pertemuan awal)
1.
Menciptakan suasana akrab dengan guru
2.
Membahas persiapan yang dibuat oleh guru dan membuat kesepakatan mengenai aspek yang menjadi fokus pengamatan
3.
Menyepakati instrumen observasi yang akan digunakan
C. Observasi (Pengamatan pembelajaran)
1. Pengamatan difokuskan pada aspek yang telah disepakati Menggunakan instrumen observasi
2. Di samping instrumen perlu dibuat catatan (fieldnotes)
3. Catatan observasi meliputi perilaku guru dan siswa
4. Tidak mengganggu proses pembelajaran
D. Pasca-observasi (Pertemuan balikan)
1. Melaksanakan segera setelah observasi
2. Menanyakan bagaimana pendapat guru mengenai proses pembelajaran yang baru berlangsung
3. Menunjukkan data hasil observasi (instrumen dan catatan) –beri kesempatan guru mencermati dan menganalisisnya
4. Diskusikan secara terbuka hasil observasi, terutama pada aspek yang telah disepakati (kontrak) –memberikan penguatan terhadap penampilan guru. menghindari kesan menyalahkan. mengusahakan guru menemukan sendiri kekurangannya
5. memerikan dorongan moral bahwa guru mampu memperbaiki kekurangannya
6. menentukan bersama rencana pembelajaran dan supervisi berikutnya
Tahapan –tahapan yang
dilakukan penulis antara lain sebagai berikut :
1. Persiapan
a. Program tahunan.
guru dapat menunjukkan program tahunan untuk mata pelajaran dan kelas yang diampu, pada tahun pelajaran yang sedang berjalan, lengkap dengan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan pembagian alokasi waktu selama satu tahun pelajaran sesuai dengan minggu efektif belajar.
b. Program semester.
guru dapat menunjukkan program semester untuk mata pelajaran dan kelas yang diampu, pada semester yang sedang berjalan (semester 1 atau 2), lengkap dengan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, pembagian alokasi waktu, dan rincian penyajian pada minggu-minggu tertentu selama satu semester sesuai dengan minggu efektif belajar.
c. Silabus.
guru dapat menunjukkan silabus untuk mata pelajaran dan kelas yang diampu, tahun yang sedang berjalan, lengkap dengan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Materi Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi waktu, dan Sumber belajar.
d. KKM untuk KD yang dibahas.
Kriteria Ketuntasan Minimum untuk Kompetensi Dasar yang sedang dibahas > 75 dan sesuai dengan aturan perhitungan
e. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. guru dapat menunjukkan RPP untuk pembelajaran yang sedang dilaksanakan, dilengkapi dengan tujuan dan kegiatan pembelajaran yang sistematis dan logis, serta melibatkan siswa secara aktif untuk mencapai tujuan pembelajaran/ indikator/KD, materi pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar
f. Buku nilai.
guru dapat menunjukkan buku nilai yang berisi nilai-nilai siswa untuk semua penilaian yang telah dilaksanakan, baik untuk pengetahuan, praktik, maupun sikap.
2. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan/Pra-kegiatan
1) Kesiapan alat bantu dan media pembelajaran (Sumber Belajar).
guru telah menyiapkan sumber belajar yang diperlukan secara lengkap.
2) Motivasi, artinya membangkitkan kemauan belajar siswa, agar siswa merasa tertarik ingin tahu, apa yang akan dipelajarinya. Hal ini dapat diamati, misalnya ketika guru:
a) mengawali pelajaran dengan ceria,
b) menunjukkan kegunaan Kompetensi Dasar(KD) yang akan dibahas dalam kehidupan sehari-hari atau hubungannya dengan mata pelajaran yang lain,
c) memberi permasalahan yang menantang sehingga membangkitkan keinginan siswa untuk memecahkannya.
3) Apersepsi. (Pengetahuan prasyarat yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas). Ini dapat dilihat apakah guru mengajukan pertanyaan mengenai materi pelajaran yang lalu yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas.
4) Kejelasan Kompetensi Dasar/ Indikator.
guru menyampaikan baik lisan maupun tertulis KD/ Indikator yang harus dikuasai siswa setelah selesai pembelajaran.
5) Kesiapan bahan ajar (Sumber Belajar).
guru telah menyiapkan bahan ajar, baik berupa buku teks, modul, kaset/ cd pembelajaran, dsb.
b. Kegiatan Pokok
1) Penguasaan Materi
guru tampak mantap dan percaya diri, tidak ragu-ragu dalam menyajikan pembelajaran, serta pertanyaan-pertanyaan siswa dijawab dengan tepat. Jika penyelia berlatar belakang pendidikan sama dengan guru yang disupervisi pengamatan dapat lebih teliti dengan memperhatikan kebenaran konsep-konsep yang disampaikan oleh guru.
2) Pengelolaan kelas
terjadi kemudahan bagi siswa untuk berinteraksi dengan guru, antar teman, bahan ajar, dan alat-alat pembelajaran ( Sumber Belajar).
3) Pengelolaan waktu
penggunaan waktu yang tersedia dikelola dengan baik dalam pembelajaran, dan lebih banyak digunakan untuk kegiatan siswa dibandingkan dengan kegiatan guru
4) Metode/ pendekatan yang bervariasi
terlihat guru tidak hanya menggunakan satu macam metode, misalnya hanya ceramah saja selama pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dapat menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dilanjutkan dengan presentasi hasil diskusi, dan sebagainya.
5) Penggunaan alat bantu/ media pembelajaran
Kolom “Ya”diisi, jika guru tampak terampil, efektif, dan efisien menggunakan alat bantu/ media pembelajaran (Sumber Belajar) yang telah disiapkan
6) Peran guru sebagai fasilitator
guru tidak mendominasi kegiatan pembelajaran, tetapi memberi kesempatan/memfasilitasi siswa untuk melakukan berbagai kegiatan dalam upaya pencapaian indikator/kompetensi dasar, dan selalu siap membantu siswa bila diperlukan
7) Teknik bertanya
guru menerapkan teknik bertanya dengan baik, misalnya:
a) mengajukan pertanyaan kepada semua siswa
b) memberi waktu tunggu bagi siswa untuk berpikir.
c) menghindari jawaban serentak dengan menunjuk salah seorang siswa untuk menjawab
Dalam menanggapi pertanyaan/ jawaban siswa, sikap guru:
a) sabar mendengarkan sampai selesai (tidak memotong pertanyaan/ jawaban siswa)
b) tidak mencemooh walaupun pertanyaan/ jawaban siswa kurang tepat
c) tidak langsung menyalahkan pendapat siswa
d) memberi penghargaan pada pertanyaan yang berbobot/ jawaban yang tepat
8) Penggunaan papan tulis
penggunaan papan tulis dengan pembagian sebagai berikut:
a) untuk menuliskan hal-hal yang segera dihapus, dan yang tidak dihapus sampai akhir pembelajaran,
b) untuk menulis pokok-pokok penting saja, dan teknik menulis tidak membelakangi siswa.
9) Interaksi guru –peserta didik
10) Interaksi antar peserta didik
hubungan guru dan siswa atau hubungan antar siswa dalam pembelajaran tampak akrab dan saling menghormati
11) Aktivitas peserta didik a –g
semua kegiatan dapat dilakukan dengan baik
12) Sikap dan minat peserta didik dalam pembelajaran
c. Penutup/Pasca Kegiatan
1) Rangkuman
2) siswa membuat rangkuman dibimbing oleh guru 2. Tugas untuk pertemuan berikutnya
3) guru memberikan tugas (PR/baca buku/mencari informasi, dsb) untuk pertemuan berikutnya.
d. Wawancara Pasca Observasi.
1) Wawancara dilakukan tidak di dalam kelas yang diamati beberapa saat setelah pengamatan pembelajaran selesai.
2) Format ini berisi pertanyaan yang dilakukan setelah penyelia melakukan pengamatan pembelajaran. Pertanyaan dapat dikembangkan oleh penyelia. Jawaban guru direkam dengan mencatat kata-kata kuncinya di lembar lain atau ditulis pada panduan dengan mengisi kolom catatan yang disediakan sesuai dengan aspek yang ditanyakan.
e. Pengolahan Hasil Supervisi
1) Pengolahan data dilakukan setelah proses wawancara pasca observasi.
2) Penilaian hasil secara kualitatif yaitu amat baik, baik, cukup dan kurang
E.
Deskripsi
Hasil Supervisi
Supervisi
akademik yang dilakukan pada pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 ini ditekankan
pada aspek pencapaian standar isi dan standar proses yang meliputi dokumen
Administrasi perencanaan pembelajaran , silabus dan RPP dan supervisi kunjungan
kelas. Waktu pelaksanaan supervisi mengacu pada Program Tahunan (PROTA) dan
Program Semester (PROMES) yang telah disusun sebelumnya. Hasil supervisi
menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menyusun silabus dan
RPP sesuai standar
isi, standar komptensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan
KTSP dari yang semula copy paste menjadi membuat dengan
mandiri. Silabus dan Rpp yang dibuat kemudian
diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Hasil supervisi dapat dilihat dari
tabel dibawah ini:
Tabel 1. Hasil Supervisi akademik
|
No
|
Nama guru
|
Nilai pembelajaran
Awal
|
Nilai pembelajaran
Akhir
|
|
|
1
|
Riyadi, S.Pd.SD
|
83,25
|
95,55
|
|
|
2
|
Wahyuni, S.Pd.
|
84,62
|
|
|
|
96,15
|
F.
Pembahasan Hasil
Hasil supervisi akademik dapat dilihat dari kemampuan guru
dalam hal:
1. Merencanakan pembelajaran yang
meliputi pembuatan silabus dan RPP
2. Penampilan guru dalam pelaksanaan
pembelajaran .
Hal
ini sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar Proses yang
mengamanatkan seorang guru wajib merencanakan proses pembelajaran, melaksanakan
proses pembelajaran, melakukan proses penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan
proses pembelajaran.
Penilaian
pada RPP difokuskan pada komponen: Tujuan pembelajaran, bahan belajar, metode pembelajaran, media pembelajaran
dan evaluasi. Sedangkan penilaian pada penampilan guru dalam
pelaksanaan pembelajaran difokuskan pada: Kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti (Eksplorasi,
Elaborasi dan Komfirmasi) dan Kegiatan
Penutup .
Gambar 2. Kegiatan Pra
Observasi Gambar 3. Kegiatan Saat
Obsrvasi
Guru kelas 6 Guru
Kelas 6
Dari hasil pembimbingan
penyusunan silabus dan RPP maka dapat diketahui bahwa kemampuan guru dalam
menyusun silabus dan RPP yang pada awal pembimbingan
memperoleh kategori rata-rata kurang menjadi rata-rata baik Sedangkan dari
hasil observasi pembelajaran maka dapat diketahui terjadi peningkatan nilai
awal pada observasi awal dan observasi akhir
Kedua guru meningkat dari
kategori baik menjadi sangat baik, dengan ketentuan katagori seperti table
dibawah ini.
Kedua guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik, dengan
ketentuan katagori seperti table dibawahin
Tabel 2 interval kategori
kemampuan guru (KG)
mengelola pembelajaran
|
Interval
|
Kategori
|
|
KG < 55 %
|
Kurang
|
|
55% ≤ KG
< 75%
|
Cukup
|
|
75% ≤ KG
< 85%
|
Baik
|
|
85% ≤ KG ≤
100%
|
Sangat Baik
|
Hal diatas menunjukkan bahwa supervise akademis yang dilaksanakan terus
menerus selama satu bulan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam hal
penyusunan silabus dan RPP sesuai standar isi, standar komptensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip
pengembangan KTSP yang selanjutnya meningkatkan kualitas pembelajaran
di kelas.
V.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa supervisi akademik yang
dilakukan secara intens dan berkesinambungan melalui pendekatan dan metode yang
sesuai dapat meningkatkan kemampuan guru dalam hal mempersiapkan diri guna
melakukan proses pembelajaran di kelas yang diharapkan.
Peningkatan
kemampuan guru dalam menyusun silabus dan RPP dan melaksanakan pembelajaran
memang tidak bisa instan, untuk itu perlu pembinaan intens dan terus-menerus
agar kemampuan profesional guru semakin meningkat.
B.
Saran
Pelaksana supervisi akademik hendaknya dilakukan
secara berkesinambungan oleh pengawas untuk membantu guru meningkatkan kinerja
guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar