Minggu, 26 Agustus 2018

Proposal Tindakan Sekolah (PTS) Sapren


PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PTS)
“SUPERVISI AKADEMIK DAPAT MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SDN 01 MEKAR JAYA KECAMATAN BANJAR MARGO KABUPATEN TULANG BAWANG”
Ditulis untuk memenuhi salah satu tugas dalam kegiatan On The job learning Diklat Cawas 2018 Di LPMP Lampung



Oleh:
SAPREN,S.Pd.SD
NIP : 198302122005011004



DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG
2018






BAB I.
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan sebuah sistem yang terbentuk dari berbagai subsistem yang sinergis dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Subsistem yang erat kaitannya dengan proses pendidikan adalah aktifitas yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah mengajar, mendidik dan melatih. Keberhasilan pendidikan sudah barang tentu harus dilandasi oleh keberhasilan proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaan dapat dikatakan berhasil apabila siswa sebagai peserta didik dapat menguasai materi ajar yang sudah ditargetkan. Demikian halnya dengan apa yang terjadi di SDN 01 Mekar Jaya yang beralamat di kampung Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo kabupaten Tulang Bawang yang mempunyai guru dan tenaga kependidikan 7 orang PNS dan 6 orang Sukwan karena daerah ini termasuk kategori SD Perbatasan dengan Tulang Bawang Barat Sehingga Muridnya sedikit maka pada standar proses terutama pada pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih belum maksimal.
RPP ( Rencana pelaksanaan Pembelajaran ) adalah hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran karena tanpa rencana yang baik maka mustahil akan dihasilkan keluaran ( output ) yang baik. Rendahnya Hasil siswa ini terutama pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam yang dialami pula oleh siswa dan siswi SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Bahwa setiap ulangan harian yang telah dilaksanakan hanya sekitar 20 s/d 30 % saja siswa yang mendapat nilai diatas 60 ( ini sesuai dengan Standar Keberhasilan Belajar Minimal yang ditetapkan di SDN 01 Mekar Jaya), dengan demikian ini menunjukan bahwa 70 % s/d 80 %  siswa yang mengalami belajar yang belum tuntas atau masih dibawah nilai 60.
Belajar dikatakan tuntas dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bila siswa telah mencapai Aktifitas hasil Belajar atau nilai dengan skor ≥ 65 sedangkan berdasarkan aspek ketuntasan belajar secara klasikal ketuntasan belajar tercapai yaitu ≥ 85 % memperoleh skor ≥ 65 dari skor total dengan demikian jika dilihat dari ketuntasan belajarpun hasilnya masih rendah. Alasan-alasan yang melatarbelakangi rendahnya nilai Ilmu pengetahuan Alam di SDN 1    Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang adalah :
1.      Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning )
2.      Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning )
3.      Siswa masih takut bertanya karena guru lebih dominan menggunakan Metoda ceramah
4.      Guru mengajar jarang menggunakan RPP
5.      Kemampuan guru dalam membuat RPP sangat rendah
Berdasarkan masalah inilah kemudian dilakukan penelitian tindakan sekolah (PTS)
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan hal tersebut, ditemukan beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, adalah sebagai berikut :
1.      Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
2.      Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat
3.      Siswa tidak mau bertanya tentang hal yang kurang dipahami.
4.      Aktifitas siswa tidak aktif
5.      Hasil evaluasi tidak mencapai target yang diharapkan dibawah KKM
6.      Tenaga pendidik masih ada yang baru mengenyam tingkat SLTA.
7.      Lemahnya perencanaan ( terutama dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
8.      Penguasaan guru terhadap pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih mengadopsi dari produk orang lain
9.      Hanya sekitar 20 % saja dari guru yang ada yang melengkapi RPP nya dengan Soal, Kunci jawaban dan pedoman penskoran ( dalam CD , Soft Copy yang diedarkan rata rata tidak ada hal tersebut )

C.    Pembatasan Masalah
Melihat identifikasi masalah yang melatarbelakangi rendahnya Hasil siswa adalah belajarnya belum bermakna dan masalah tersebut dapat dijelaskan secara umum adalah sebagai berikut : Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning ),Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning ) . Dan pembatasan masalah adalah dengan kurang mampunya guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) , maka dilaksanakan supervise Akademik yang berkelanjutan dan terprogram untuk peningkatan hasil Belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan alam.

D.    Perumusan Dan Pemecahan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah pada bagian pendahuluan diatas maka perumusan masalahnya adalah :
1.      Apakah Supervisi Akademik        Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang?
2.      Bagaimana Supervisi Akademik   Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN  01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang ?

E.     Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui Apakah Supervisi Akademik Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 01Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang ?
2.      Mengetahui Bagaimana Supervisi Akademik Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang ?

F.     Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi berbagai pihak, bagi Sekolah kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan masukan dan menjadi bahan pertimbangan Sekolah untuk memperbaiki dan mengembangkan pelaksanaan pembelajaran di dalam manajemen Sekolah. Bagi penulis, diharapkan dengan melakukan penelitian ini dapat mengetahui perbandingan Tugas Fungsi Kepala Sekolah dengan kenyataan dan praktik yang terjadi di Sekolah, serta untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.
Manfaat           hasil     penelitian         ini        akan     memberikan manfaat untuk peningkatan            kualitas  pendidikan dan pebelajaran ,  bagi  perorangan  dan institusi dibawah ini :
1.      Bagi Siswa            :
a.       Aktivitas belajar siswa lebih meningkat
b.      Hasil belajar siswa meningkat
2.      Bagi Guru
a.       Membuka wawasan baru dan mengetahui strategi pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran )
b.      Menumbuhkan budaya perencanaan dengan pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran )
3.      Bagi Kepala Sekolah :
Dengan Supervisi Akademik akan Menambah wawasan pengetahuan bagi Kepala Sekolah dan guru dalam pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran ) dan signifikan terhadap peningkatan Kinerja guru
4.      Bagi Calon Pengawas Sekolah     :
Dengan penelitian secara berkesinambungan akan diperoleh manfaat sebagai Inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah .

















BAB II.
KAJIAN PUSTAKA

A.    Kajian Teori Dan Hasil Penelitian Yang Relevan.
1.      Supervisi Akademik.
SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih mengunakan yang didapat dari beli atau copy paste dari produk yang sudah ada, ini karena latar belakang pendidikan,dan kurangnya diklat atau pelatihan tentang hal itu. Supervisi akademik yang dilakukan Calon Pengawas sekolah antara lain adalah sebagai berikut.
a.       Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis dan naluri kewirausahaan
b.      Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah/madrasah atau mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan Kurikulum.
c.       Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa.
d.      Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa.
e.       Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran.
f.       Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.
Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi supervisi akademik yang meliputi
a.       Memahami konsep supervisi akademik;
b.      Membuat rencana program supervisi akademik;
c.       Menerapkan teknik-teknik supervisi akademik;
d.      Menerapkan supervisi klinis
e.       Melaksanakan tindak lanjut supervisi akademik.
Maka dengan supervisi akademik ini dapat membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, terutama Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

2.      Pengertian Kinerja Guru dalam Pembelajaran
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kinerja diartikan sebagai cara, perilaku, dan kemampuan seseorang (Poerwadarminta, 2005 : 598) Sedangkan Hadari Nawawi (1996 : 34) mengartikan kinerja sebagai prestasi seseorang dalam suatu bidang atau keahlian tertentu, dalam melaksanakan tugasnya atau pekerjaannya yang didelegasikan dari atasan dengan efektif dan efesien. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa kinerja adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam melakukan sesuatu pekerjaan, sehingga terlihat prestasi pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
Dengan demikian guru adalah seseorang yang professional dan memiliki ilmu pengetahuan, serta mengajarkan ilmunya kepada orang lain, sehingga orang tersebut mempunyai peningkatan dalam kualitas sumber daya manusianya. Maka kinerja guru ber­kaitan dengan tugas perencanaan, pe­ngelolalan pembelajaran dan penilaian hasil belajar siswa. Sebagai perencana, maka guru harus mampu mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sebagai pengelola maka guru harus mampu menciptakan iklim pem­belajaran yang kondusif sehingga siswa dapat belajar dengan baik, dan sebagai evaluator maka guru harus mampu me­laksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa. (Sanjaya, 2005:13-14).
Lebih lanjut Brown dalam Sardiman (2000: 142) menjelaskan tugas dan peranan guru, antara lain: menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pela­jaran sehari-hari, mengontrol dan meng­evaluasi kegiatan belajar siswa.
Sedangkan pembelajaran merupakan wujud dari kinerja guru, maka segala kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru harus menyatu, menjiwai, dan menghayati tugas-tugas yang relevan dengan tingkat kebutuhan, minat, bakat dan tingkat kemampuan peserta didik serta kemampuan guru dalam mengorganisasi materi pembelajaran dengan penggunaan ragam teknologi pembelajaran yang memadai. Pengertian pembelajaran menurut UUSPN tahun 2003 adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Maka Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.
Uraian teoretis di atas memberikan arahan bahwa tugas guru dalam pem­belajaran menuntut pengu­asaan bahan ajar yang akan diajarkan dan penguasaan tentang bagai­mana mengajarkan bahan ajar yang menjadi pilihan. Pemilihan bahan ajar dan strategi pembelajaran yang akan di­gunakan dalam pembelajaran oleh guru tentunya disesuaikan dengan karakteristik siswa yang akan belajar dan kurikulum yang berlaku. Agar guru dapat mengajar dengan baik, maka syarat pertama yang harus dimiliki adalah menguasai betul dengan cermat dan jelas apa-apa yang hendak diajarkan. Seorang guru yang tidak menguasai bahan ajar, tidak mungkin dapat mengajar dengan baik kepada para siswanya. Oleh karena itu, penguasaan bahan ajar merupakan syarat essensial bagi guru.
Hal penting dalam pembelajaran setelah guru menguasai bahan ajar adalah peran guru dalam mengelola pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas belajar siswa. Upaya guru untuk menguasai bahan ajar yang akan diajarkan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan optimal dapat terwujud jika dalam diri guru tersebut ada dorongan dan tekad yang kuat (komitmen) untuk menjalankan tugasnya dengan baik
Dengan demikian, untuk mendapatkan proses dan hasil belajar siswa yang berkualitas tentu memerlukan kinerja guru yang maksimal. Agar guru dapat menunjuk­kan kinerjanya yang tinggi, paling tidak guru tersebut harus memiliki penguasaan terhadap materi apa yang akan diajarkan dan bagaimana mengajarkannya agar pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien serta komitmen untuk men­jalankan tugas-tugas tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dalam proses pembelajaran dapat dinyatakan prestasi yang dicapai oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya selama periode waktu tertentu yang diukur berdasarkan tiga indikator yaitu: penguasaan bahan ajar, kemampuan mengelola pembelajaran dan komitmen menjalankan tugas.

3.      Pengertian Hasil belajar
Hasil  belajar  siswa  akan  diperoleh  apabila  kegiatan  proses  belajar mengajar telah berakhir. Menurut Dimyati (1993:3), menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tindakan mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan puncak dari proses belajar.
Sedangkan menurut Alhamdi (1994:35), bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha. Dalam hal ini usaha hasil belajar berupa perwujudan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat pada nilai setiap mengikuti tes atau evaluasi. Untuk memperoleh hasil yang baik, harus ada upaya belajar dan kemauan keras bagi siswa, sedangkan bagi guru harus ada upaya untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan efektif.


















B.     Penyelesaian Masalah
Rencana pemecahan masalah ini akan dilakukan dengan Supervisi akademik berkesinambungan dengan membandingkan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan Pelaksanaan Pembelajaran.

KONDISI AWAL
Supervisi secara
konvensional
KONDISI
AKHIR
TINDAKAN
MENGGUNAKAN
PENDEKATAN
KOOPERATIF DAN  KOLABOR



KINERJA GR
BLM OPTIMAL

SIKLUS 1
DAN
SIKLUS 2


KINERJA GR DAN
HASIL BELAJAR
MENINGKAT



.










BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Subyek, Lokasi dan Waktu Penelitian
1.      Subyek Penelitian
Subjek penelitian dari penelitian ini adalah guru SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten tulang bawang
2.      Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang
3.      Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan terhitung dari minggu ke 1 bulan Mei sampai dengan minggu ke 4 Bulan Juni 2018.

B.     Prosedur Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian Penelitian Tindakan Sekolah ( PTS ), ada pun tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian PTS ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Model Kurt Lewin seperti disebutkan dalam Dikdasmen ( h.18,2003 ) bahwa tahap tahap tersebut atau biasa disebut siklus (Putaran) terdiri dari empat komponen yang meliputi :
1.      Perencanaan ( Planning )
2.      Aksi / tindakan ( Acting )
3.      Observasi ( Observing )
4.      Refleksi ( Reflecting)

C.    Indikator keberhasilan tindakan.
Setelah dilaksanakan tindakan pembinaan sekurang-kurangnya:
1.      meningkatnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
2.      Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan tepat
3.      Siswa mau bertanya tentang hal yang kurang dipahami.
4.      Aktifitas siswa aktif
5.      Hasil evaluasi mencapai target yang diharapkan dibawah KKM
6.      Kuatnya perencanaan ( terutama dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
7.      Penguasaan guru terhadap pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran produk Sendiri
8.      Hanya sekitar 80 %  dari guru yang ada yang melengkapi RPP nya dengan Soal, Kunci jawaban dan pedoman penskoran

D.    Teknik Pengumpulan data
1.      Data
Sumber data penelitian ini adalah guru , sedangkan jenis data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang meliputi : Data Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan hasil Siswa setelah siklus I , II Hasil observasi terhadap proses pelaksanaan pembelajaran
2.      Teknik Pengumpulan data
Data dikumpulkan melalui observasi, catatan harian, tes kemampuan
a.       Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas Guru selama pembelajaran berlangsung. Didalam observasi diantaranya akan melihat peningkatan proses pembelajaran yang meliputi : peningkatan frekuensi dan atau kualitas pertanyaan siswa kepada guru maupun sesama temannya selama interaksi belajar mengajar, adanya peningkatan kerjasama dalam melaksanakan tugas, keberanian siswa dalam memberikan jawaban pertanyaan yang diajukan oleh guru. Dalam            peningkatan     Aktifitas          hasil Belajar     siswa   guru mengamati : perasaan keingintahuan, perasaan puas dan tidak puas, peningkatan jumlah, jenis dan atau mutu produk belajar yang dihasilkan siswa. Membandingkan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari guru tersebut.

b.      Data Tes Kemampuan
Data ini merupakan data kuantitatif, yang diambil setiap siklus. Tes formatif diberikan setiap berakhirnya siklus, hal ini supaya setiap berakhirnya pelaksanaan siklus dapat diketahui kemajuan dan perkembangan yang didapat oleh siswa dengan Penggunaan Supervisi Akademik .dan hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan, pertimbangan, bahan refleksi, untuk merencanakan pelaksanaan siklus berikutnya.


E.     Teknik Analisis Data
1.      Data Observasi.
Data ini diambil melalui pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai orang yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tindakan dan dibantu oleh partner sebagai observer . Adapun kegiatan siswa yang diamati setiap lima menit sekali dengan tanda checklist , diolah dengan menggunakan rumus : A X 100 % =B
Dimana  : A  adalah Frekuensi aktivitas yang teramati
B  adalah frekuensi semua aktivitas pada lembar observasi.
2.      Data Jurnal Harian
Menyimpulkan kejadian selama penelitian berlangsung.
3.      Data Tes Kemampuan
Menentukan nilai dengan pemberian nilai skala 100 Instrumen APKG 1 dan APKG 2

F.     Jadwal Penelitian tindakan
No
Uraian
Mei 2018
Juni 2018
Ket
Minggu Ke
Minggu Ke
1
2
3
4
1
2
3
4

1
Penyusunan Proposal
V









2
Penyusunan Instrumen

V








3
Pengumpulan Data


V







4
Pelaksanaan Tindakan



V
V





5
Analisis Data





V




6
Penyusunan Laporan






V



7
Penyajian Laporan







V






DAFTAR PUSTAKA

PMPTK Kemendiknas (2010) Penelitian Tindakan Sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.
PMPTK Kemendiknas (2010) Manajemen Berbasis Sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.
PMPTK Kemendiknas (2010) Supervisi Akademik , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.
PMPTK Kemendiknas (2010) Kepemimpinan Pembelajaran , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.
Sumber internet : http://pengawascilograng.wordpress.com/2018/04/24/penelitian-tindakan-sekolah-2/










FORMAT A

WAWANCARA PRA OBSERVASI

No
Pertanyaan
Catatan Pengamat



1
KD/Indikator apa yang akan Saudara


sajikan saat ini?




2
Metode apa yang akan Saudara


gunakan dalam


pembelajaran KD ini? Apa alasan


Anda memilih


metode tersebut?

3
Alat dan bahan (Sumber Belajar)


apakah yang


saudara siapkan? Jelaskan


alasannya!




4
Ceritakan tahapan pembelajaran yang


Akan


Saudara sajikan!




5
Persiapan tertulis apa saja yang


Saudara buat?




6
Materi apa yang dianggap sulit oleh


Siswa


berdasarkan perkiraan saudara?


Jika ada, materi apa? Jelaskan alas


an saudara!


7               Kompetensi apa yang bisa dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran sesuai dengan harapan saudara?

8               Apa yang perlu mendapat perhatian khusus pada pembelajaran kali ini?











FORMAT C

WAWANCARA PASCA OBSERVASI
KUNJUNGAN KELAS

No
Pertanyaan
Catatan Pengamat



1
Bagaimana kesan Saudara setelah


menyajikan pelajaran ini? Apakah


sudah sesuai dengan yang Saudara


rencanakan?




2
Coba Saudara ceritakan hal-hal yang


Saudara rasa telah memuaskan dan


hal-hal yang kurang memuaskan dalam


pembelajaran tadi!




3
Bagaimana perkiraan Saudara


Mengenai


Ketercapaian kompetensi siswa?




4
Apa yang menjadi kesulitan siswa?




5
Apa yang menjadi kesulitan Saudara?




6
Bagaimanakah alternatif untuk


Mengatasi


kesulitan itu?




7
Marilah bersama-sama kita identifikasi


hal-hal yang telah mantap dan hal-hal


yang perlu


peningkatan berdasarkan kegiatan


yang baru


saja Saudara lakukan dan pengamatan


saya !

8
Apa yang saudara sarankan untuk


dilaksanakan pada pertemuan


berikutnya ?





14


FORMAT B :

INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK


1. Nama sekolah
: ……………………………………………………...
2. Nama guru
: ……………………………………………………...
3. Mata pelajaran
: ……………………………………………………...

4.   Kelas / semester         : ………………………………………………………
5.   Hari/ tanggal/ jam ke: ………………………………………………...........

6.   Kompetensi Dasar     : ………………………………………………...........

Indikator         : ………………………………………………………

..............................................................................
7.                  Jumlah siswa : ………orang, hadir: ………orang, tidak hadir: ……. Orang




Ada

No
Aspek Yang Diamati
Tidak

Perbaikan
K e t


Ada
Baik


I
PERSIAPAN




1
Program tahunan




2
Program semester




3
Silabus




4
KKM untuk KD yang dibahas




5
Rencana pelaksanaan pembelajaran




6
Buku nilai dari semua tagihan yang telah





Dilaksanakan




7
Menentukan alat/ media pembelajaran





Jumlah I




II
Kegiatan Pembelajaran




A
PENDAHULUAN




1
Kesiapan alat bantu & media pembelajaran




2
Motivasi




3
Apersepsi




4
Kejelasan kompetensi dasar /indicator




5
Kesiapan bahan ajar





Jumlah II .A




B
KEGIATAN POKOK




1
Penguasaan materi




2
Pengelolaan kelas




3
Pengelolaan waktu




4
Metode/pendekatan yang bervariasi




5
Penggunaan alat bantu/media pembelajaran




6
Peran guru sebagai fasilitator/ bimbingan yang





diberikan kepada peserta didik




7
Teknik bertanya




8
Penggunaan papan tulis/ white board




9
Interaksi guru dengan peserta didik




10
Interaksi antar peserta didik




11
Aktivitas peserta didik:





a.menggali informasi dan berbagai sumber





b.mengolah informasi/data





c.melakukan penelitian/ memecahkan masalah





d.berkomunikasi lisan/tertulis (mempresentasikan





hasil/pidato/mengarang, dsb)





e.mengajukan pertanyaan yang berbobot/  ide





Kreatif





f.menghububgkan materi pembelajaran dengan budi





pekerti/teknologi/kehidupan sehari-hari/lingkungan





g.mengambil keputusan/menarik kesimpulan










12
Sikap/ minat peserta didik dalam pembelajaran :





a.kehadiran





b.menggunakan buku pelajaran yang relawan





c.buku catatan siswa




13
Pencapaian kompetensi dasar dan atau indikator





Melalui penilaian





JUMLAH II.B




C
PENUTUP




1
Siswa membuat rangkuman / kesimpulan dengan





bimbing guru




2
Membersihkan alat/ bahan yang selesai digunakan




3
Tugas untuk pertemuan berikutnya





JUMLAH II.C





JUMLAH ”Ada ( baik, ) Seluruhnya





NiILAI KUALIFIKASI










Skala nilai Kualifikasi :
(a) 30 – 35 = A = Amat baik ,
(b) 23 – 29 = B = Baik ,
(c) 15 – 22 = C = Cukup ,
(d)  < 15   = D = Kurang
Catatan :
...........................................................................................................................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar