PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PTS)
“SUPERVISI AKADEMIK DAPAT MENINGKATKAN KINERJA GURU
DI SDN 01 MEKAR JAYA KECAMATAN BANJAR MARGO KABUPATEN TULANG BAWANG”
Ditulis untuk memenuhi salah satu tugas dalam
kegiatan On The job learning Diklat Cawas 2018 Di LPMP Lampung
Oleh:
SAPREN,S.Pd.SD
NIP : 198302122005011004
DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG
2018
BAB I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Pendidikan merupakan sebuah sistem yang
terbentuk dari berbagai subsistem yang sinergis dalam proses kegiatan untuk
mencapai tujuan yang diharapkan. Subsistem yang erat kaitannya dengan proses
pendidikan adalah aktifitas yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah
mengajar, mendidik dan melatih. Keberhasilan pendidikan sudah barang tentu
harus dilandasi oleh keberhasilan proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaan
dapat dikatakan berhasil apabila siswa sebagai peserta didik dapat menguasai
materi ajar yang sudah ditargetkan. Demikian halnya dengan apa yang terjadi di
SDN 01 Mekar Jaya yang beralamat di kampung Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo
kabupaten Tulang Bawang yang mempunyai guru dan tenaga kependidikan 7 orang PNS
dan 6 orang Sukwan karena daerah ini termasuk kategori SD Perbatasan dengan
Tulang Bawang Barat Sehingga Muridnya sedikit maka pada standar proses terutama
pada pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih belum maksimal.
RPP ( Rencana pelaksanaan Pembelajaran )
adalah hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran karena tanpa
rencana yang baik maka mustahil akan dihasilkan keluaran ( output ) yang baik.
Rendahnya Hasil siswa ini terutama pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam yang
dialami pula oleh siswa dan siswi SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo
Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Bahwa setiap ulangan harian yang
telah dilaksanakan hanya sekitar 20 s/d 30 % saja siswa yang mendapat nilai
diatas 60 ( ini sesuai dengan Standar Keberhasilan Belajar Minimal yang ditetapkan
di SDN 01 Mekar Jaya), dengan demikian ini menunjukan bahwa 70 % s/d 80 % siswa yang mengalami belajar yang belum tuntas
atau masih dibawah nilai 60.
Belajar dikatakan tuntas dalam Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bila siswa telah mencapai Aktifitas hasil
Belajar atau nilai dengan skor ≥ 65 sedangkan berdasarkan aspek ketuntasan
belajar secara klasikal ketuntasan belajar tercapai yaitu ≥ 85 % memperoleh
skor ≥ 65 dari skor total dengan demikian jika dilihat dari ketuntasan
belajarpun hasilnya masih rendah. Alasan-alasan yang melatarbelakangi rendahnya
nilai Ilmu pengetahuan Alam di SDN 1 Mekar
Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang adalah :
1. Belajar
siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning )
2. Siswa
masih belajar menghapal ( Rote Learning )
3. Siswa
masih takut bertanya karena guru lebih dominan menggunakan Metoda ceramah
4. Guru
mengajar jarang menggunakan RPP
5. Kemampuan
guru dalam membuat RPP sangat rendah
Berdasarkan
masalah inilah kemudian dilakukan penelitian tindakan sekolah (PTS)
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan hal tersebut, ditemukan
beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, adalah sebagai berikut :
1. Rendahnya
tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
2. Siswa
tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat
3. Siswa
tidak mau bertanya tentang hal yang kurang dipahami.
4. Aktifitas
siswa tidak aktif
5. Hasil
evaluasi tidak mencapai target yang diharapkan dibawah KKM
6. Tenaga
pendidik masih ada yang baru mengenyam tingkat SLTA.
7. Lemahnya
perencanaan ( terutama dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
8. Penguasaan
guru terhadap pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih mengadopsi dari
produk orang lain
9. Hanya
sekitar 20 % saja dari guru yang ada yang melengkapi RPP nya dengan Soal, Kunci
jawaban dan pedoman penskoran ( dalam CD , Soft Copy yang diedarkan rata rata
tidak ada hal tersebut )
C.
Pembatasan
Masalah
Melihat identifikasi masalah yang melatarbelakangi
rendahnya Hasil siswa adalah belajarnya belum bermakna dan masalah tersebut
dapat dijelaskan secara umum adalah sebagai berikut : Belajar siswa belum
bermakna ( Meaningfull Learning ),Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning
) . Dan pembatasan masalah adalah dengan kurang mampunya guru dalam menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) , maka dilaksanakan supervise Akademik
yang berkelanjutan dan terprogram untuk peningkatan hasil Belajar mata
pelajaran Ilmu Pengetahuan alam.
D.
Perumusan
Dan Pemecahan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah pada bagian
pendahuluan diatas maka perumusan masalahnya adalah :
1.
Apakah Supervisi Akademik Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN
01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang?
2.
Bagaimana Supervisi Akademik Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten
Tulang Bawang ?
E.
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan
penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui
Apakah Supervisi Akademik Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 01Mekar Jaya
Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang ?
2. Mengetahui
Bagaimana Supervisi Akademik Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 01 Mekar
Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang ?
F.
Manfaat
Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna
dan bermanfaat bagi berbagai pihak, bagi Sekolah kegunaan penelitian ini adalah
untuk memberikan masukan dan menjadi bahan pertimbangan Sekolah untuk
memperbaiki dan mengembangkan pelaksanaan pembelajaran di dalam manajemen
Sekolah. Bagi penulis, diharapkan dengan melakukan penelitian ini dapat
mengetahui perbandingan Tugas Fungsi Kepala Sekolah dengan kenyataan dan
praktik yang terjadi di Sekolah, serta untuk menambah pengetahuan dan
memperluas wawasan.
Manfaat hasil penelitian ini akan memberikan
manfaat untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pebelajaran , bagi
perorangan dan institusi dibawah
ini :
1. Bagi
Siswa :
a. Aktivitas
belajar siswa lebih meningkat
b. Hasil
belajar siswa meningkat
2. Bagi
Guru
a. Membuka
wawasan baru dan mengetahui strategi pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan
pembelajaran )
b. Menumbuhkan
budaya perencanaan dengan pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran )
3. Bagi
Kepala Sekolah :
Dengan Supervisi Akademik akan Menambah
wawasan pengetahuan bagi Kepala Sekolah dan guru dalam pembuatan RPP ( rencana
pelaksanaan pembelajaran ) dan signifikan terhadap peningkatan Kinerja guru
4. Bagi
Calon Pengawas Sekolah :
Dengan
penelitian secara berkesinambungan akan diperoleh manfaat sebagai Inovasi
pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah .
BAB II.
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori Dan Hasil Penelitian
Yang Relevan.
1. Supervisi
Akademik.
SDN 01 Mekar Jaya
Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang dalam pembuatan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran masih mengunakan yang didapat dari beli atau copy
paste dari produk yang sudah ada, ini karena latar belakang pendidikan,dan
kurangnya diklat atau pelatihan tentang hal itu. Supervisi akademik yang
dilakukan Calon Pengawas sekolah antara lain adalah sebagai berikut.
a. Memahami
konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan
tiap bidang pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah,
berpikir kritis dan naluri kewirausahaan
b. Membimbing
guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah/madrasah atau
mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi
dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan Kurikulum.
c. Membimbing
guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/teknik
pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa.
d. Membimbing
guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas,
laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa.
e. Membimbing
guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan
dan fasilitas pembelajaran.
f. Memotivasi
guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.
Kompetensi
supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses
pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran,
penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran,
penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan
hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, pelatihan
ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi supervisi akademik yang meliputi
a. Memahami
konsep supervisi akademik;
b. Membuat
rencana program supervisi akademik;
c. Menerapkan
teknik-teknik supervisi akademik;
d. Menerapkan
supervisi klinis
e. Melaksanakan
tindak lanjut supervisi akademik.
Maka
dengan supervisi akademik ini dapat membina guru dalam meningkatkan mutu proses
pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran,
terutama Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
2. Pengertian
Kinerja Guru dalam Pembelajaran
Dalam kamus besar
Bahasa Indonesia, kinerja diartikan sebagai cara, perilaku, dan kemampuan
seseorang (Poerwadarminta, 2005 : 598) Sedangkan Hadari Nawawi (1996 : 34)
mengartikan kinerja sebagai prestasi seseorang dalam suatu bidang atau keahlian
tertentu, dalam melaksanakan tugasnya atau pekerjaannya yang didelegasikan dari
atasan dengan efektif dan efesien. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa
kinerja adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam melakukan sesuatu
pekerjaan, sehingga terlihat prestasi pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
Dengan demikian guru
adalah seseorang yang professional dan memiliki ilmu pengetahuan, serta
mengajarkan ilmunya kepada orang lain, sehingga orang tersebut mempunyai
peningkatan dalam kualitas sumber daya manusianya. Maka kinerja guru berkaitan
dengan tugas perencanaan, pengelolalan pembelajaran dan penilaian hasil
belajar siswa. Sebagai perencana, maka guru harus mampu mendesain pembelajaran
yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sebagai pengelola maka guru harus mampu
menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga siswa dapat belajar
dengan baik, dan sebagai evaluator maka guru harus mampu melaksanakan
penilaian proses dan hasil belajar siswa. (Sanjaya, 2005:13-14).
Lebih lanjut Brown
dalam Sardiman (2000: 142) menjelaskan tugas dan peranan guru, antara lain:
menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan
pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan belajar siswa.
Sedangkan pembelajaran
merupakan wujud dari kinerja guru, maka segala kegiatan pembelajaran yang
dilakukan guru harus menyatu, menjiwai, dan menghayati tugas-tugas yang relevan
dengan tingkat kebutuhan, minat, bakat dan tingkat kemampuan peserta didik
serta kemampuan guru dalam mengorganisasi materi pembelajaran dengan penggunaan
ragam teknologi pembelajaran yang memadai. Pengertian pembelajaran menurut
UUSPN tahun 2003 adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik
dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Maka Proses pembelajaran
merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa
atas hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk
mencapai tujuan tertentu.
Uraian teoretis di atas
memberikan arahan bahwa tugas guru dalam pembelajaran menuntut penguasaan
bahan ajar yang akan diajarkan dan penguasaan tentang bagaimana mengajarkan
bahan ajar yang menjadi pilihan. Pemilihan bahan ajar dan strategi pembelajaran
yang akan digunakan dalam pembelajaran oleh guru tentunya disesuaikan dengan
karakteristik siswa yang akan belajar dan kurikulum yang berlaku. Agar guru
dapat mengajar dengan baik, maka syarat pertama yang harus dimiliki adalah
menguasai betul dengan cermat dan jelas apa-apa yang hendak diajarkan. Seorang
guru yang tidak menguasai bahan ajar, tidak mungkin dapat mengajar dengan baik
kepada para siswanya. Oleh karena itu, penguasaan bahan ajar merupakan syarat
essensial bagi guru.
Hal penting dalam
pembelajaran setelah guru menguasai bahan ajar adalah peran guru dalam
mengelola pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran menjadi hal penting karena
berkaitan langsung dengan aktivitas belajar siswa. Upaya guru untuk menguasai
bahan ajar yang akan diajarkan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan
pembelajaran dengan optimal dapat terwujud jika dalam diri guru tersebut ada
dorongan dan tekad yang kuat (komitmen) untuk menjalankan tugasnya dengan baik
Dengan demikian, untuk
mendapatkan proses dan hasil belajar siswa yang berkualitas tentu memerlukan
kinerja guru yang maksimal. Agar guru dapat menunjukkan kinerjanya yang
tinggi, paling tidak guru tersebut harus memiliki penguasaan terhadap materi
apa yang akan diajarkan dan bagaimana mengajarkannya agar pembelajaran dapat
berlangsung efektif dan efisien serta komitmen untuk menjalankan tugas-tugas
tersebut.
Jadi dapat disimpulkan
bahwa kinerja guru dalam proses pembelajaran dapat dinyatakan prestasi yang
dicapai oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya selama periode waktu
tertentu yang diukur berdasarkan tiga indikator yaitu: penguasaan bahan ajar,
kemampuan mengelola pembelajaran dan komitmen menjalankan tugas.
3. Pengertian
Hasil belajar
Hasil belajar
siswa akan diperoleh
apabila kegiatan proses
belajar mengajar telah berakhir. Menurut Dimyati (1993:3), menyatakan
bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan
tindak mengajar. Dari sisi guru tindakan mengajar diakhiri dengan proses
evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan
puncak dari proses belajar.
Sedangkan
menurut Alhamdi (1994:35), bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam
suatu usaha. Dalam hal ini usaha hasil belajar berupa perwujudan prestasi
belajar siswa yang dapat dilihat pada nilai setiap mengikuti tes atau evaluasi.
Untuk memperoleh hasil yang baik, harus ada upaya belajar dan kemauan keras
bagi siswa, sedangkan bagi guru harus ada upaya untuk menciptakan suasana
pembelajaran yang kondusif dan efektif.
B. Penyelesaian Masalah
Rencana
pemecahan masalah ini akan dilakukan dengan Supervisi akademik berkesinambungan
dengan membandingkan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan Pelaksanaan
Pembelajaran.
|
KONDISI AWAL
|
|
Supervisi secara
konvensional
|
|
KONDISI
AKHIR
|
|
TINDAKAN
|
|
MENGGUNAKAN
PENDEKATAN
KOOPERATIF
DAN KOLABOR
|
|
|
|
|
|
|
|
KINERJA GR
BLM OPTIMAL
|
|
|
|
SIKLUS 1
DAN
SIKLUS 2
|
|
|
|
|
|
KINERJA GR DAN
HASIL BELAJAR
MENINGKAT
|
|
|
|
|
|
|
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Subyek, Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Subyek
Penelitian
Subjek penelitian dari
penelitian ini adalah guru SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten
tulang bawang
2. Lokasi
Penelitian
Penelitian ini
dilakukan di SDN 01 Mekar Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang
3. Waktu
Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan selama 2 bulan terhitung dari minggu ke 1 bulan Mei sampai
dengan minggu ke 4 Bulan Juni 2018.
B. Prosedur Penelitian
Penelitian
ini merupakan penelitian Penelitian Tindakan Sekolah ( PTS ), ada pun
tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian PTS ini menggunakan model yang
dikembangkan oleh Kurt Lewin. Model Kurt Lewin seperti disebutkan dalam
Dikdasmen ( h.18,2003 ) bahwa tahap tahap tersebut atau biasa disebut siklus
(Putaran) terdiri dari empat komponen yang meliputi :
1. Perencanaan
( Planning )
2. Aksi
/ tindakan ( Acting )
3. Observasi
( Observing )
4. Refleksi
( Reflecting)
C.
Indikator keberhasilan tindakan.
Setelah dilaksanakan tindakan
pembinaan sekurang-kurangnya:
1. meningkatnya
tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
2. Siswa
dapat menjawab pertanyaan dengan tepat
3. Siswa
mau bertanya tentang hal yang kurang dipahami.
4. Aktifitas
siswa aktif
5. Hasil
evaluasi mencapai target yang diharapkan dibawah KKM
6. Kuatnya
perencanaan ( terutama dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
7. Penguasaan
guru terhadap pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran produk Sendiri
8. Hanya
sekitar 80 % dari guru yang ada yang
melengkapi RPP nya dengan Soal, Kunci jawaban dan pedoman penskoran
D. Teknik Pengumpulan data
1. Data
Sumber data penelitian
ini adalah guru , sedangkan jenis data yang didapatkan dalam penelitian ini
adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang meliputi : Data Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran dan hasil Siswa setelah siklus I , II Hasil observasi
terhadap proses pelaksanaan pembelajaran
2. Teknik
Pengumpulan data
Data dikumpulkan
melalui observasi, catatan harian, tes kemampuan
a. Observasi
Observasi dilakukan
untuk mengamati aktifitas Guru selama pembelajaran berlangsung. Didalam
observasi diantaranya akan melihat peningkatan proses pembelajaran yang
meliputi : peningkatan frekuensi dan atau kualitas pertanyaan siswa kepada guru
maupun sesama temannya selama interaksi belajar mengajar, adanya peningkatan
kerjasama dalam melaksanakan tugas, keberanian siswa dalam memberikan jawaban
pertanyaan yang diajukan oleh guru. Dalam peningkatan Aktifitas hasil
Belajar siswa guru mengamati : perasaan keingintahuan, perasaan puas dan tidak
puas, peningkatan jumlah, jenis dan atau mutu produk belajar yang dihasilkan
siswa. Membandingkan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari guru
tersebut.
b. Data
Tes Kemampuan
Data ini merupakan data
kuantitatif, yang diambil setiap siklus. Tes formatif diberikan setiap
berakhirnya siklus, hal ini supaya setiap berakhirnya pelaksanaan siklus dapat
diketahui kemajuan dan perkembangan yang didapat oleh siswa dengan Penggunaan
Supervisi Akademik .dan hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan, pertimbangan,
bahan refleksi, untuk merencanakan pelaksanaan siklus berikutnya.
E. Teknik Analisis Data
1. Data
Observasi.
Data ini diambil
melalui pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai orang yang terlibat
aktif dalam pelaksanaan tindakan dan dibantu oleh partner sebagai observer .
Adapun kegiatan siswa yang diamati setiap lima menit sekali dengan tanda
checklist , diolah dengan menggunakan rumus : A X 100 % =B
Dimana : A
adalah Frekuensi aktivitas yang teramati
B adalah frekuensi semua aktivitas pada lembar
observasi.
2. Data
Jurnal Harian
Menyimpulkan kejadian
selama penelitian berlangsung.
3. Data
Tes Kemampuan
Menentukan nilai dengan
pemberian nilai skala 100 Instrumen APKG 1 dan APKG 2
F. Jadwal Penelitian tindakan
|
No
|
Uraian
|
Mei 2018
|
Juni 2018
|
Ket
|
|||||||
|
Minggu Ke
|
Minggu Ke
|
||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
|||
|
1
|
Penyusunan
Proposal
|
V
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Penyusunan
Instrumen
|
|
V
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Pengumpulan
Data
|
|
|
V
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Pelaksanaan
Tindakan
|
|
|
|
V
|
V
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Analisis
Data
|
|
|
|
|
|
V
|
|
|
|
|
|
6
|
Penyusunan
Laporan
|
|
|
|
|
|
|
V
|
|
|
|
|
7
|
Penyajian
Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
V
|
|
|
DAFTAR PUSTAKA
PMPTK Kemendiknas
(2010) Penelitian Tindakan Sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah
.Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga
Kependidikan.
PMPTK Kemendiknas
(2010) Manajemen Berbasis Sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah
.Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga
Kependidikan.
PMPTK Kemendiknas
(2010) Supervisi Akademik , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta,
Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.
PMPTK Kemendiknas
(2010) Kepemimpinan Pembelajaran , materi pelatihan penguatan kepala sekolah
.Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga
Kependidikan.
Sumber internet :
http://pengawascilograng.wordpress.com/2018/04/24/penelitian-tindakan-sekolah-2/
FORMAT A
WAWANCARA PRA OBSERVASI
|
No
|
Pertanyaan
|
Catatan Pengamat
|
|
|
|
|
|
1
|
KD/Indikator apa yang akan Saudara
|
|
|
|
sajikan saat ini?
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Metode apa yang akan Saudara
|
|
|
|
gunakan dalam
|
|
|
|
pembelajaran KD ini? Apa alasan
|
|
|
|
Anda memilih
|
|
|
|
metode tersebut?
|
|
|
3
|
Alat dan bahan (Sumber Belajar)
|
|
|
|
apakah yang
|
|
|
|
saudara siapkan? Jelaskan
|
|
|
|
alasannya!
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Ceritakan tahapan pembelajaran yang
|
|
|
|
Akan
|
|
|
|
Saudara sajikan!
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Persiapan tertulis apa saja yang
|
|
|
|
Saudara buat?
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Materi apa yang dianggap sulit oleh
|
|
|
|
Siswa
|
|
|
|
berdasarkan perkiraan saudara?
|
|
|
|
Jika ada, materi apa? Jelaskan alas
|
|
|
|
an saudara!
|
|
7
Kompetensi
apa yang bisa dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran sesuai dengan
harapan saudara?
8
Apa yang
perlu mendapat perhatian khusus pada pembelajaran kali ini?
WAWANCARA PASCA OBSERVASI
KUNJUNGAN KELAS
|
No
|
Pertanyaan
|
Catatan Pengamat
|
|
|
|
|
|
1
|
Bagaimana kesan Saudara setelah
|
|
|
|
menyajikan pelajaran ini? Apakah
|
|
|
|
sudah sesuai dengan yang Saudara
|
|
|
|
rencanakan?
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Coba Saudara ceritakan hal-hal yang
|
|
|
|
Saudara rasa telah memuaskan dan
|
|
|
|
hal-hal yang kurang memuaskan dalam
|
|
|
|
pembelajaran tadi!
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Bagaimana perkiraan Saudara
|
|
|
|
Mengenai
|
|
|
|
Ketercapaian kompetensi siswa?
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Apa yang menjadi kesulitan siswa?
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Apa yang menjadi kesulitan Saudara?
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Bagaimanakah alternatif untuk
|
|
|
|
Mengatasi
|
|
|
|
kesulitan itu?
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Marilah bersama-sama kita identifikasi
|
|
|
|
hal-hal yang telah mantap dan hal-hal
|
|
|
|
yang perlu
|
|
|
|
peningkatan berdasarkan kegiatan
|
|
|
|
yang baru
|
|
|
|
saja Saudara lakukan dan pengamatan
|
|
|
|
saya !
|
|
|
8
|
Apa yang saudara sarankan untuk
|
|
|
|
dilaksanakan pada pertemuan
|
|
|
|
berikutnya ?
|
|
|
|
|
|
|
|
14
|
|
|
|
INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK
|
|
|
|
|
1. Nama sekolah
|
: ……………………………………………………...
|
|
2. Nama guru
|
: ……………………………………………………...
|
|
3. Mata pelajaran
|
: ……………………………………………………...
|
4. Kelas / semester :
………………………………………………………
5.
Hari/
tanggal/ jam ke: ………………………………………………...........
6. Kompetensi Dasar :
………………………………………………...........
Indikator : ………………………………………………………
..............................................................................
7.
Jumlah siswa : ………orang, hadir:
………orang, tidak hadir: ……. Orang
Skala nilai Kualifikasi :
(a) 30 – 35 = A = Amat baik ,
(b) 23 – 29 = B = Baik ,
(c) 15 – 22 = C = Cukup ,
(d) < 15 = D =
Kurang
Catatan :
...........................................................................................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar